TRIBUNPENDIDIKAN.COM - Membaca Al-Qur’an termasuk Ibadah karena itu, setiap muslim dituntut untuk membaca al-Quran dengan baik dan benar dan agar bacaan Quran menjadi baik dan benar maka tiap muslim harus mempelajari Tajwid.
Tajwid secara harfiah bermakna sesuatu yang elok atau bagus karena kata tajwid berasal dari jawwada – yujawwidu – tajwiidan berarti membaguskan atau memperindah.
Dengan demikian belajar tajwid akan memperindah bacaan al-Quran sebab fungsi ilmu tajwid itu sendiri yaitu menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran baik makharijul huruf (tempat keluar huruf), shifatul huruf ( cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf) mapun ahkamul maddi wal qashr (hukum panjang dan pendek ucapan).
Oleh karena itu, setiap orang yang belajar membaca al-Qur’an, harus memahami kaidah-kaidah dalam membaca al-Qur’an (ilmu tajwid) Dalam bab ini kalian akan diajak untuk mempelajari tajwid, mengenai hukum bacaan mad silah, mad badal, mad tamkin, dan mad farqi.
Kali ini TRIBUNPENDIDIKAN.COM akan memberikan MAteri PElajaran Al Qur'an Hadits kelas 9 (sembilan) MTs.
Hukum bacaan mad ini fokus kepada dua hal yaitu ha’ dhomir/kata ganti ) هُ \ هِ \ هُ \ هِ ( dan hamzah.
Menurut bahasa, Mad artinya panjang, silah berarti hubungan.
Secara istilah mad silah adalah bacaan yang terjadi karena adanya ha’ dhamir yang tidak didahului sukun, tidak didahului bacaan panjang, tidak diikuti sukun, dan tidak diikuti hamzah.
Sekali lagi bacaan mad silah ini hanya terjadi pada ha’ dhamir. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua ha itu dhamir. Lebih jelasnya perhatikan kalimat yang mengandung ha’ pada tabel berikut!
Dari tabel tersebut, dapat dipahami bahwa:
a. Tidak semua ha’ adalah dhamir.
b. Tidak semua dhamir termasuk mad silah.
Mad silah dibedakan menjadi dua:
1. Mad silah qasirah (pendek), yaitu mad silah yang tidak diikuti hamzah. Dibaca panjang dua harakat /satu alif.
Contoh:
2. Mad silah thawilah (panjang), yaitu mad silah yang diikuti hamzah, dibaca panjang lima harakat/ dua setengah alif.
Contoh:
II. Mad Badal
Badal artinya, ganti. Dinamakan mad badal karena ada huruf mad ( و , ي ) menggantikan hamzah
sukun.
Mad badal terjadi karena adanya hamzah berharakat fathah, dhommah, atau kasrah, bertemu hamzah
sukun. Hamzah tersebut diganti dengan harakat berdiri (ٰ ). Cara membacanya dipanjangkan dua
harakat/ satu alif.
Contoh:
III. Mad Tamkin
Tamkin artinya penetapan, pemantapan, atau penguatan.
Mad tamkin adalah bacaan mad yang terjadi karena adanya ya sukun ( يْ ) didahului ya bertasydid
dan berkasrah.
Cara membacanya dengan menetapkan, memantapkan bunyi ya yang bertasydid dengan ditekan dan ditahan.
Contoh:
IV. Mad Farqi
Menurut bahasa, farqi berarti pembeda. Maksudnya bacaan mad ini digunakan untuk membedakan
antara kalimat tanya dan bukan kalimat tanya. Yang dibaca panjang (mad) adalah kalimat tanya.
Sedangkan yang dibaca pendek (bukan mad), bukan kalimat tanya.
Panjang bacaan mad farqi ini adalah enam harakat/ tiga alif. Cara membacanya, dengan memanjangkan
hamzah istifham (kata tanya) enam harakat lalu diidzghamkan kepada huruf berikutnya.
Bacaan mad farqi tidak banyak dalam Al-Qur’an, hanya ada pada beberapa tempat, misalnya Q.S. Al
An’am 143, 144
Mapel QURDIST Kelas 9 BAB I: Memperindah Bacaan Qur’an Dengan Tajwid Yang Benar
Sabtu, 23 September 2017







0 Comments